Masihkah Kita Kuat?

WhatsApp Image 2020-12-28 at 15.11.55Jujur, tahun ini adalah tahun yang tidak mudah bagi siapapun. Pandemi telah memberikan jarak pada semua sendi kehidupan, tidak terkecuali dalam pendidikan. Dalam pemberitaan yang beredar selama hampir setahun ini, banyak hal yang terjadi dalam proses pendidikan tersebut. Orang tua mau tidak mau harus menjadi pendamping pembelajaran anak hingga banyak orang tua yang stres ketika mendampingi anaknya belajar. Sekali lagi ini tidak mudah.

Sahabat beauty, permasalahan perubahan sistem pendidikan ini pun memiliki dampak pada banyak aspek seperti psikologis, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Contoh sederhana, dalam sistem pembelajaran yang beralih dari tatap muka menjadi daring atau melalui media digital menuntut adanya persiapan khusus mulai dari materi, peralatan, persiapan mental, dan lain sebagainya. Belum lagi ditambah dengan masalah teknis seperti sinyal yang tidak stabil, perangkat yang tidak mendukung, serta daya dukung kurang memadai seperti pemadaman listrik. Hal-hal semacam ini di beberapa daerah menjadi kendala yang sangat besar sehingga pembelajaran daring menimbulkan “penderitaan” baru bagi anak-anak. Sebenarnya pemerintah sudah memiliki upaya untuk mengatasi hal ini dengan memberikan subsidi kuota untuk peserta didik yang diharapkan dapat membantu pelaksanaan pembelajaran tersebut meskipun belum sempurna.

Pembelajaran daringpun menuntut kreativitas pendidik untuk menyampaikan materi dengan interaktif bukan sekedar mengajar by text box. Pendidik dituntut mampu menyampaikan materi dengan lebih adaptif tetapi tetap memiliki esensi yang sama. Di sinilah pendidik juga “diuji” kepiawaian dalam menguasai kelas dunia maya tersebut agar kelasnya tidak terkesan mati dan membosankan. Interaksi dua arah yang komunikatif menjadi poin yang penting dalam pembelajaran tersebut.

Sahabat beauty, dalam situasi yang masih tidak menentu ini kemauan untuk terus belajar dan berproses menjadi kunci utama agar kita tetap dapat bertahan. Satu-satunya cara terbaik hanya satu yaitu mempercayai bahwa kita bisa melalui pandemik ini dengan penuh sabar dan tegar. Harapan akan ada masa depan yang lebih baik bukanlah khayalan. Mari kita selesaikan apa yang bisa kita lakukan. Sesegera mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *