Belajar dari Bola Bekel

          Bola adalah barang sederhana yang tidak asing dalam keseharian kita. Bentuknyapun sederhana. Lingkaran. Dengan bentunya yang tanpa sudut memudahkannya untuk bergerak kemanapun dia mau. Sangat fleksibel. Apabila kita menggelindingkan sebuah bola di tempat yang datar, bola akan menggelinding lurus. Hal ini sama  persis dengan kehidupan kita. Kita adalah makluk yang serba lurus pada dasarnya. Ketika kita mendapat sebuah tekanan, gaya, ataupun dorongan pasti akan melesat lurus ke depan. Dan dalam perjalanan itu ketika bola menabrak tembok, ia akan memantul dan mengarah ke sudut yang berbeda. Sahabat beauty, pernahkah mendapat tekanan seperti bola tersebut? Hasil dari pertemuan antara tekanan dengan permukaan akan mengakibatkan munculnya sebuah gerakan ke sudut yang berbeda atau bahkan membalik. Sama halnya dengan kita, ketika dihantam sebuah kenyataan yang keras, kita harus segera bertolak dan mengambil sudut pandang lain. Lebih konkritnya, yah mau tidak mau kita harus menempuh jalur yang berbeda yang mungkin bisa saja menyerong, menyamping, ataupun sejenak kembali ke titik awal. Hal ini bukan berarti kita mundur, hanya sekedar memastikan titik poin yang lebih pas, lebih presisi, dan lebih baik untuk start ke depan yang lebih hebat.

          Di sisi lain, ketika kita menjatuhkan bola secara vertikal, bola akan memantul naik. Semakin keras hentakan yang kita berikan, semakin tinggi bola melambung. Dalam kehidupan kita, semakin tinggi press on yang diberikan, akan semakin tinggi kreativitas yang tumbuh. Semakin komplek daya pikir yang tercipta, semakin besar kemungkinan untuk menjadi lebih hebat. Kenapa? Biasanya kita tak akan tahan berlama-lama dalam situasi yang kurang nyaman sehingga mencari cara paling mudah untuk menemukan solusi. Proses inilah yang akan membentuk pribadi kita menjadi individu yang lebih kreatif baik dalam hal berpikir maupun bertindak.

          Saya seringkali menemui orang-orang yang dihimpit keadaan, hidupnya berubah menjadi pribadi yang luar biasa. Tentu mereka tidak mendapatkan kehebatan dalam bertahannya secara instan, tetapi melalui sebuah proses yang mungkin bisa dibilang melelahkan dan penuh air mata. Tetapi percayalah bahwa proses ini akan menjadi salah satu cerita manis yang pantas untuk diceritakan kelak. Begitupun dengan sahabat beauty, apapun tekanan yang diberikan dalam kehidupan kita jangan dijadikan kambing hitam dengan menyalahkan keadaan. Jadikanlah sebagai pelecut untuk melakukan sesuatu yang lebih besar, lebih hebat, dan lebih bermakna. (Rd-04/06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *