Muhasabah Cinta

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari-Mu
‘Ku pasrahkan semua pada-Mu

Tuhan, baru ‘ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ‘ku harapkan cinta-Mu

Kata-kata cinta terucap indah
MengWhatsApp Image 2020-04-29 at 11.38.35alir berzikir di kidung doaku
Sakit yang ‘ku rasa biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Ilahi, Muhasabah cintaku

Tuhan, kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ‘ku harus mati
Pertemukan aku dengan-Mu

 

Bait-bait kalimat di atas merupakan sepenggal lagu grup nasyid modern EdCoustic yang dirilis tahun 2008 silam. Meskipun sudah 12 berlalu, lagu ini masih enak didengar. Terlebih setelah discover ulang oleh musisi tanah air yang membuat lagu ini kembali populer pada bulan ramadhan 2020.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya kita sudah akrab dengan kata muhasabah. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang sering diidentikkan dengan proses pengamatan terhadap diri sendiri, wawas, ataupun evaluasi diri. Muhasabah atau introspeksi diri juga berkaitan dengan ilmu psikologi karena introspeksi diri merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam kondisi psikis seseorang.

Dalam lirik lagu di atas disampaikan kadang kala manusia lupa untuk mengevaluasi diri terutama dengan kenikmatan yang telah diberikan oleh Tuhan. Salah satunya nikmat yang sering dilupakan adalah nikmat sehat. Sering kali kita melupakan alarm tubuh untuk istirahat saat pekerjaan menumpuk, kita seringkali lupa menjaga asupan pola makan padahal memiliki riwayat penyakit tertentu, kadang kita lupa untuk mati-matian diet demi tubuh yang langsing bak supermodel tanpa pendampingan dokter yang tepat, dan sebagainya. Bahkan, saat sakitpun masih diusahakan on target tanpa memerhatikan kondisi fisik. Saatnya, ketika fisik sudah tak mampu lagi menopang padatnya aktivitas, barulah kita menyesal karena tidak dapat menjaga kesehatan dengan baik. Jangankan menjaga, bahkan kita lupa untuk bersyukur bahwa kita masih diberi kesehatan. Mampu bangun di pagi hari dengan penghilatan yang normal, bangun dengan tubuh yang segar tanpa keluhan sakit, bisa berjalan hingga melakukan semua aktivitas secara normal. Inilah kenyataan yang sering kita lupakan. Bahkan, mungkin tak pernah terpikirkan karena menganggap bahkan hal tersebut adalah hal yang biasa. Tidak perlu dianggap sebagai suatu hal yang sinifikan.

Sahabat beauty, bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi segala hal yang sudah kita jalani hingga saat ini. Apalagi banyak waktu luang yang memungkinkan dapat lebih fokus pada diri kita sendiri. Pernahkah terpikirkan bahwa jari kita yang kapalan adalah jari yang diinginkan oleh orang yang tidak lengkap jarinya, kaki yang sering kali dikatakan terlalu berat dan hitam adalah penyangga tubuh yang dirindukan mereka yang tidak punya kaki. Bahkan, saat kita menghirup udara di pagi hari adalah nikmat yang luar biasa yang kadang lupa kita syukuri. Bayangkan, pasien-pasien tertentu harus menyelamatkan dengan puluhan tabung oksigen. Dan itu tidak gratis!

Saya ingat salah satu perkataan teman sekelas bahwa tempat piknik yang paling baik adalah rumah sakit dan pemakaman. Mengapa? Karena kita akan selalu diingatkan nikmat sehat dan kedatangan kematian. Sesungguhnya, proses perenungan atau muhasabah ini bukan hanya dilakukan sekedar introspeksi diri tetapi juga sebagai langkah untuk menilai perjalanan hidup. Dari setiap kisah yang sudah kita lewati, kita dapat mengambil pembelajaran sehingga mampu mengambil nilai-nilai positif yang berguna untuk tahap kehidupan selanjutnya. Dengan melakukan muhasabah ini kita akan terbiasa untuk mengambil sikap yang lebih positif. Dan yang paling penting adalah jangan pernah berhenti untuk bersyukur atas sekecil apapun kejadian dalam hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *