COVID-19 DAN KITA

Media tak henti-hentinya mengabarkan perihal penyakit covid 19 yang mampu membuat dunia seakan kembali terkoneksi untuk saling membantu. Posko-posko relawan covid dibentuk . Pembagian masker, hand sanitizer, pengumpulan donasi dan sembako dilakukan dari tingkat atas hingga bawah. Para influencer tak ingin ketinggalan. Mereka ikut andil dengan mengajak kaum milenial berkontribusi. Tatanan terkencil hingga jalan kampung mulai melakukan pembatasan akses jalan masuk. Para donatur menggalang donasi untuk membatu para tenaga medis memperoleh APD yang memadai. Hal ini disinyalir karena masyarakat umum banyak yang kurang memahami arti pentingnya perlindungan para tenaga media yang berjuang di garda depan.

Di sekeliling berita yang simpang-siurpun bertebaran. Masyarakat harus pandai dalam menyeleksi berita dengan berdasarkan pada sumber yang kredibel. Jangan sampai kita ikut menjadi pihak yang mentransmisikan berita hoax yang semakin memperuncing suasana. Selain itu, ketakutan yang berlebihan dapat menimbulkan munculnya penyakit psikologi (paranoid) yang berdampak pada kesehatan mental. Dan tentu saja tanpa disadari akan menurunkan kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan pikiran yang sehat adalah syarat mutlak,

Di sisi lain, gerakan hidup sehat dengan sering mencuci tangan dan memenuhi nutrisi dengan gizi seimbang menjadi senjata utama yang harus dilaksanakan. Pemerintah maupun wargapun saling bahu-membahu untuk menjaga kesehatan salah satunya dengan social distancing. Hal ini memang tak mudah mengingat masyarakat kita terbiasa guyub dalam banyak hal. Dalam pembentukan pola baru inipun masyarakat masih harus tetap dikawal agar tidak melakukan tindakan yang mengundang massa, pembatasan berkumpul di tempat umum, penyediaan hand sanitizer di tempat-tempat umum, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, setelah ditetapkan pandemik covid 19 sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) pada 2 Maret 2020 tampaknya penambahan jumlah pasien yang positif semakin meningkat dengan jumlah total per 31 Maret 2020 sebesar 1.528 kasus. Hal ini tentu jumlah yang semakin mengkhawatirkan karena hampir setiap hari penambahan berkisar di angka 100-an. Kondisi ini semakin diperparah dengan daya dukung fasilitas medis yang belum memiliki peralatan yang memadai.

Semoga badai ini segera berlalu…

Dan kita akan kuat menghadapinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *