Sasha Anakku Wedok

Makin IMG-20170220-WA0023hari kamu makin mirip mama. Ya bibirnya, hidungnya, sikapnya, manjanya. Semua mengingatkan saat mama masih diambang dua puluhan. Kini kaupun mulai menyukai kesibukanmu, kampusmu, dan teman-teman barumu. Dan tentu mama bangga, putri mama yang cantik ini mulai bisa meraba passion-nya.

Nak,
papa dan mamamu ini seringkali cerewet ini-itu bukan karena melarang atau menghakimi. Siapapun orangnya dan bagaimanapun kondisinya, semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Buat mama, kamu ibarat bunga yang sedang bertumbuh dan menggeliat. Setiap helai daun adalah harapan dan setiap kelopak adalah kemegahan. Mama dan papa tentu ingin melihat bunga ini tumbuh dan mekar dengan tegar.

Anakku yang dahulu lekat dengan burung Punai,
satu hal yang perlu kamu catat bahwa papa dan mama tak pernah akan menghalangi impian dan cita-citamu. Selagi orang tuamu ini masih kuat berdiri dan saling menopang, segala hal terbaik pasti akan kami berikan. Tidak peduli hujan maupun panas, halangan dan rintangan adalah salah satu perjuangan yang menyenangkan. Papa dan mama menikmati kesibukan ini agar nanti kami masih kuat menemani saat waktunya tiba engkau memakai toga.


Nak,

segala lelah dan letih kami hanyalah bunga rampai agar mimpimu kelak tercapai. Terima kasih telah menjadi bagian dari keindahan dan warna-warni dialam kehidupan mama. Terima kasih untuk selalu mengingatkan mama untuk segera pulang gegara kata “mummaaaa….”. Terima kasih juga buat kue ulang tahun beberapa bulan kemarin. Terim kasih Sayang, kamu permatanya mama. Sekarang, besok, dan selanjutnya. (13/03-Rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *