Cantik Itu Pilihan

Setiap wanita pasti ingin tampil dan dianggap cantik. Konsep yang selama ini subur di masyarakat kita sebagai orang Jawa menampilkan fakta bahwa cantik versi Jawa semakin tergerus zaman. Salah satu contoh yang ada di kamus para leluhur kita menyebutkan bahwa cantik itu harus berambut hitam panjang, kulit kuning langsat, berdada montok, berpinggul besar sebagai lambang kesuburan, dan lain sebagainya. Akan tetapi, zaman yang terus bergulirpun menunjukkan perubahan. Dunia barat semakin menguasai pasar sehingga konsep cantikpun berubah arah dan meniru model bangsa berkulit putih tersebut. Wanita disebut cantik jika memiliki postur yang tinggi, berkulit putih, mata tajam, rambut berwarna, dan lain sebagainya. Masyarakatpun berbondong-bondong berkiblat pada model barat dengan mengikuti  tren memutihkan kulit, melangsingkan badan dengan sedot lemak, operasi plastik, dan meninggikan badan.

 Pada era abad 21 ini lagi-lagi konsep cantik mengalami pergeseran. Hal ini dilatarbelakangi oleh ritme pasar yang mulai bosan dan beralih mencari sesuatu yang lebih unik danj fresh.  Selain itu, semangat penguatan pada perdamaian di atas perbedaan di berbagai penjuru dunia juga menggemakan gaungnya pada bisnis kecantikan. Salah satu akibatnya adalah munculnya model-model yang memiliki kulit heterogen baik putih, hitam, cokelat, maupun kuning langsat. Hingga tren yang saat ini berkembang memberikan keleluasaan bahwa warna kulit apapun lebih mudah diterima dan dianggap cantik. Dominasi cantik sekarang tidak hanya mengarah pada dada yang montok ataupun warna kulit tetapi lebih pada keunikan pribadi. Salah satu contoh nyata, saat ini model berkulit gelap banyak menghiasi halaman mode dunia. Keberterimaan dunia pada kulit gelap tentu juga tidak lepas dari kontribusi positif dan  prestasi yang ditorehkan sang model tersebut.

Melihat fakta yang disuguhkan di atas, kita dapat melihat bahwa konsep cantik mengalami perubahan dari masa ke masa tergantung pada kepentingan pasar. Rotasi pasar yang begitu cepat tersebut pada gilirannya akan menyuguhkan kiblat cantik yang beraneka ragam pula. Sebagai wanita timur yang memiliki ilmu sakti ajaran leluhur, tampaknya penting bagi kita untuk mengetahui konsep cantik yang sebenarnya bukan sekedar akibat permak tangan-tangan pasar klomersial. Cantik, beautyfull, ayu, jegeg, atau apapun namanya tetap memiliki esensi yang sama. Berbicara cantik berarti berbicara tentang sebuah konsep. Lalu cantik yang sebenarnya itu yang seperti apa?

Saya ingin mengajukan konsep yang penting dimiliki wanita agar mantap disebut cantik. Pertama, setiap wanita harus memiliki kepercayaan bahwa dirinya cantik. Kenapa? Karena cantik itu percaya diri. Seorang wanita yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan terlihat semakin menarik. Dia juga akan lebih memahami dalam memetakan dirinya baik dalam hal kelemahan maupun kekuatan. Dengan demikian, pada akhirnya wanita akan memiliki keterampilan dalam membawa diri dan memberdayakan dirinya.

Kedua, cantik itu rapi. Hampir sebagian besar orang tidak menyukai hal-hal yang berantakan dan memberi kesan jorok. Seorang wanita dituntut untuk menjaga kerapiannya baik dalam penampilan (performansi), kerapian tutur bahasa, maupun hal-hal lainnya. Dengan melekatkan kata rapi pada diri wanita maka akan lebih memudahkan dalam banyak hal dan dilihatpun lebih nyaman. Contoh sederhananya, dengan rapi meletakkan barang di suatu tempat maka akan lebih mudah ketika mencarinya.

Ketiga, cantik itu bersih. Siapapun pasti setuju bahwa segala sesuatu yang bersih akan terlihat lebih nyaman dan mendukung upaya menjaga kesehatan. Wanita sebagai salah satu estafet pejuang keluarga harus memiliki dan menanamkan kebersihan dalam kesehariannya. Bahkan, dalam agama ditegaskan bahwa kebersihan sebagian dari iman.

Keempat, cantik itu cerdas. Konsep cerdas dalam hal ini tidak hanya mengacu pada kemampuan berpikir maupun bertindak tetapi juga berkaitan erat dengan luasnya pengetahuan. Seorang wanita yang memiliki pengetahuan yang luas akan menjadikan dirinya sebagai pribadi yang mudah berpengaruh. Selain itu, wanita akan menjadi lawan bicara yang asik bagi siapapun. Hal tersebut pada akhirnya akan meningkatkan poin positif dalam segi komunikasi dan penghargaan sebagai wanita yang seutuhnya.

Kelima, cantik itu berdaya. Konsep berdaya yang saya maksudkan adalah memiliki kekuatan untuk membuat sinergi yang positif bagi lingkungan dan berdiri sebagai pribadi yang mandiri. Akan tetapi, bukan berarti seorang wanita yang mandiri tidak membutuhkan lelaki. Lebih tepatnya, wanita yang berdaya sudah menyadari kekuatan diri sepenuhnya dan mempergunakannya demi kepentingan yang positif bagi diri sendiri, keluarrga, dan masyarakat dan tentunya menjadi partner terbaik bagi pasagannya.

Berdasarkan uraian di atas, 5 konsep yang saya angkat tersebut wajib dimiliki seorang wanita agar mendekati konsep cantik.. Kelima konsep tersebut adalah percaya diri, rapi, bersih, cerdas, dan berdaya. Konsep di atas tentu bukanlah harga mati yang hanya mengunggulkan riasan fisik semata. Akan tetapi, lebih pada upaya up grade inner beauty yang nantinya tidak hanya membuat kesan cantik tetapi menyajikan harga bahwa kecantikan itu pilihan dan bisa dibentuk.(14:42)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *